Senin, 28 November 2016

Pemeliharaan Tanaman Materi Konservasi Mapass

PEMELIHARAAN TANAMAN

Secara umum sama seperti pada budi daya tanaman di tanah meliputi: penyiraman, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemeliharaan yang bersifat spesifik untuk spesies tertentu.

Penyiraman/pemberian air


  1. Interval pemberian air disesuaikan dengan kondisi lingkungan dalam sistem produksi hidroponik
  2. Lingkungannya panas, berawan, hujan
  3. Panas: evapotranspirasi tinggi, pemberian air intervalnya lebih sering
  4. Berawan: intensitas cahaya rendah, evapotranspirasi rendah, interval pemberian air lebih jarang
  5. Hujan: intensitas cahaya tidak ada, tidak terjadi evapotranspirasi, interval pemberian air sangat rang

Gambar penyiraman




Pemupukan

  1. Konsentrasi, interval, dosis, waktu aplikasi, cara aplikasi
  2. Konsentrasi: kandungan bahan aktif dalam setiap volume aplikasi pupuk
  3. Interval aplikasi: berapa kali pupuk diberikan selama satu siklus hidup tanaman
  4. Konsentrasi pupuk yang diberikan disesuaikan dengan umur tanaman, kebutuhan tanaman akan hara berbeda pada setiap fase pertumbuhan tanaman, jenis nutrisi juga berbeda pada setiap fase
  5. Fase pertumbuhan tanaman: gambarannya sigmoid yaitu lambat, dipercepat, cepat, dan tetap
  6. Jenis nutrisi yang diberikan juga tergantung apakah tanaman dalam fase vegetatif ataukah reproduktif
  7. Vegetatif: lebih banyak diperlukan N
  8. Reproduktif: lebih banyak diperlukan P dan K
  9. Dosis: konsentrasi x interval aplikasi
  10. Kapan waktu aplikasi: pagi, siang, sore hari
  11. Aplikasi pupuk melalui media tanam dapat dilakukan kapan saja, lebih baik pagi/sore hari saat suhu media cukup rendah, berkaitan dengan respirasi perakaran dan konsentrasi oksigen dalam media
  12. Aplikasi pupuk melalui daun: konsentrasi tidak boleh terlalu tinggi, lebih utama dilakukan pada siang hari saat transpirasi maksimal, berkaitan dengan bukaan stomata, arah aplikasi dari permukaan bawah helaian daun

Pengendalian OPT

  1. Kelompok hama: insekta
  2. Kelompok penyakit: jamur, bakteri, dan virus
  3. Kelompok gulma: ganggang, lumut, dan sedikit rumputan

Kelompok hama

  1. Dua tipe serangga: serangga penggigit (pemakan daun/buah/organ tanaman lainnya) dan serangga pencucup/penghisap
  2. Serangga penggigit: mengurangi kuantitas produksi (contoh ulat Plutella)
  3. Serangga pencucup/penghisap: mengurangi kualitas produksi, menghisap cairan jaringan, jaringan mati, pada organ akan tampak bercak-bercak coklat (seperti nekrosis). Contoh: kutu daun
  4. Pencegahan serangan: dengan sanitasi di dalam ruangan produksi, penggunaan net/kasa pada dinding rumah kaca, serangga tidak bisa masuk
  5. Kalau sudah masuk: diutamakan pengendalian secara mekanik (apabila intensitas serangan tidak tinggi)
  6. Intensitas serangan tinggi: diperbolehkan pengendalian dengan insektisida, waktu pengendalian maksimal 1 minggu sebelum produk tanaman dipanen, bahan aktif yang ada pada residu sudah non aktif saat produk dipanen

Kelompok penyakit

  1. Yang menjadi inang penyakit: jamur, bakteri, dan virus
  2. Lingkungan ideal bagi pertumbuhan inang: kondisi yang terlalu lembab dalam ruangan produksi
  3. Penyiraman tajuk tanaman jangan dilakukan pada sore hari
  4. Penyiraman sore hari, pada permukaan daun sering menempel air dan tidak teratus sampai malam hari
  5. Air yang melekat di permukaan daun merupakan media yang baik bagi perkembangan jamur dan bakteri
  6. Spora jamur akan mudah berkecambah, membentuk hifa, menyebar keseluruh jaringan tanaman
  7. Pencegahan serangan: sanitasi ruangan produksi secara rutin dilakukan
  8. Jamur, bakteri, dan virus dapat menyebar ke ruangan produksi melalui bibit (seed borne desease)
  9. Pencegahan seed borne desease: sanitasi tempat pembibitan dan seleksi bibit secara ketat
  10. Pencegahan lainnya: mengkondisikan tanaman selalu kecukupan hara
  11. Tanaman yang kecukupan hara lebih tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan yang defisiensi
  12. Penyakit juga bisa masuk ke dalam ruangan produksi karena terbawa oleh manusia ataupun pintu rumah kaca yang tidak ditutup
  13. Pengendalian penyakit: dianjurkan mekanik kalau intensitas serangannya rendah
  14. Pengendalian kimiawi boleh dilakukan kalau intensitas serangan tinggi. Dianjurkan untuk memilih pestisida yang bahan aktifnya biologis atau biotis
  15. Aplikasi pestisida maksimal dilakukan 1 minggu sebelum dipanen, residu bahan aktif sudah non aktif sehingga tidak berbahaya

Gulma

  1. Dalam sistem hidroponik, intensitas serangan gulma jauh lebih rendah dari pada pertanian konvensional, sehingga pengendaliannya paling cocok dilakukan secara mekanis
  2. Jenis gulma yang merugikan lebih sedikit: ganggang, lumut, dan sedikit rumputan
  3. Gulma yang paling sering ditemukan dalam ruangan produksi hidroponik adalah kelompok ganggang dan lumut
  4. Ganggang: khususnya menjadi gulma pada sistem hidroponik yang medianya air (NFT, rakit apung). Ganggang juga sering tumbuh pada bak penampung larutan har
  5. Kenapa ganggang merugikan: sering menyumbat saluran air/larutan hara, menyumbat nozle, kompetitor penyerapan nutrisi, dan mengurangi estetika dalam ruangan produksi
  6. Lumut: sering menjadi gulma pada sistem hidroponik substrat terutama apabila tingkat ketebalannya tinggi
  7. Lumut juga sering tumbuh pada papan penyangga tanaman (misal styrofoam)
  8. Susbtrat padat yang mudah ditumbuhi lumut: arang sekam, akar pakis, rockwool
  9. Kenapa lumut merugikan: mengurangi estetika, kompetitor bagi penyerapan nutrisi, inang beberapa jenis penyakit

Pemeliharaan yang bersifat spesifik

Misal: tanaman melon,mentimun, dan tomat
  • Pengairan dilakukan pada saat tanaman berumur 1 minggu setelah pindah tanam dengan menggunakan tali kasur
  • Pewiwilan dilakukan pada saat tanaman mulai bercabang. Pada ruas 1-4 dipelihara 2 daun, ruas 5,6,7… dipelihara 3 daun
  • Pemangkasan daun yang tua dan menguning
  • Penjarangan dan pembungkusan buah
  • Pada saat pewiwilan, pemangkasan daun tua, dan penjarangan buah timbul luka. Luka disterilkan untuk mencegah infeksi oleh penyakit
Demikian Materi Pemeliharaan Tanaman yang masuk dalam divisi konservasi, Sekiranya bermanfaat tidak ada salahnya untuk di share ke yang lain, agar lebih bermanfaat, materi ini bersumber dari beberapa blog dan media lainnya salah satunya : faperta(dot)ugm(dot)ac(dot)id